Minggu, 14 April 2013

Motivasi Usaha

Hanya ada satu Sampoerna yang nyaris berusia 100 tahun. Ini bukan usia hidup seseorang, tapi kita bicara reputasi. Sampoerna merupakan contoh apik bagi “kesempurnaan reputasi”

Berawal dari bisnis rokok sejak 1913, kini reputasi Sampoerna identik dengan pendidikan, pemberdayaan, dan kepedulian. Ini tak lepas dari peran Sampoerna Foundation sejak 2001.
Unik memang. Setelah sekian lama Sampoerna dilarang masuk kampus karena produk nikotinnya, kini kampus mengundang Sampoerna karena empatinya. Inilah pelajaran pentingnya: reputasi. Nama, tidak cukup hanya dibesarkan dengan spesialisasi. Karena, pemerekan juga membutuhkan etos positif untuk membangun reputasi.


Bob Sadino pernah menyatakan, hanya orang bodoh yang selalu merasa tidak punya modal untuk berwirausaha. Padahal, Tuhan telah memberi kita modal yang luar biasa berupa akal dan indra. Jika pandangan Om Bob tersebut kita aplikasikan dalam pemerekan, maka sebenarnya kita sudah punya modal merek berupa nama kita. Selanjutnya, merek kita tersebut tinggal dipasarkan serta dibesarkan dengan spesialisasi dan reputasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar